Sepasang sejoli – satu dari
Singapura, satu dari Indonesia – duduk berboncengan di sebuah sepeda motor.
Ceritanya, mereka jalan-jalan sore. Malangnya, di satu tikungan sebuah truk
menabrak mereka dengan kecepatan tinggi. Langsung saja keduanya terlempar dari
motor dan terkapar pingsan di atas aspal. Tidak berlama-lama, oleh si Supir
Truk kedua korban tersebut dilarikan ke rumah sakit dan diperiksa oleh dokter.
“Bagaimana keadaan mereka, Dok?”
tanya si Supir Truk.
“Sepertinya kepala mereka
terbentur keras dengan aspal,” jelas si Dokter.
“Lalu, bagaimana dengan si
Singapura?” kembali si Supir Truk bertanya. Kebetulan ia sudah mengecek kartu
identitas kedua korban.
“Wah, dia gegar otak!” seru si
Dokter.
“Lalu, bagaimana dengan si
Indonesia? Apakah dia gegar otak juga?” si Supir Truk terus bertanya.
Si Dokter terdiam sebentar.
Beberapa detik kemudian, ia menjawab, “Seharusnya sih gegar otak. Tetapi
setelah saya cek, ternyata otak si Indonesia tiada ada! Jadi, mau gegar
apanya?”
Hahaha! Yah, itu selingan saja.
No comments:
Post a Comment