BAB I
PEMBAHASAN
1.1 Latar Belakang
Strategi berasal dari bahasa Yunani yaitu “Strategos”
yang artinya suatu usaha untuk mencapai suatu kemenangan dalam suatu
peperangan, awalnya digunakan dalam lingkungan militer namun istilah strategi
digunakan dalam berbagai bidang yang memiliki esensi yang relatif sama termasuk
diadopsi dalam konteks pembelajaran yang dikenal dalam istilah strategi
pembelajaran. Kemp (1995) menjelaskan bahwa Strategi Pembelajaran adalah suatu
kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan peserta didik agar tujuan pembelajaran
dapat dicapai secara efektif dan efesien.
Dalam bab ini akan dibahas mengenai
strategi pembelajaran hadist mengenai materi hadist hormat kepada kedua orang
tua. Dimana dalam strategi pembelajaran hadist disini terdapat ruang lingkup
yang berisi tujuan, materi, metode, media dan evaluasi.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa pengertian strategi pebelajaran hadist?
2. Apa saja ruang lingkup strategi pembelajaran hadist?
3. Apa saja metode strategi pembelajaran hadist?
4. Apa saja bentuk evaluasi dalam strategi pembelajaran hadist?
1.3 Tujuan Pembahasan
1. Untuk mengetahui pengertian strategi
pembelajaran hadist.
2. Untuk mengetahui ruang lingkup
strategi pembelajaran hadsit.
3. Untuk mengetahui metode dalam
strategi pembelajaran hadist.
4. Untuk mengetahui bentuk evaluasi
dalam strategi pembelajaran hadist.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Strategi Pembelajaran
Hadist
Strategi berasal dari bahasa Yunani
yaitu “Strategos” yang artinya suatu usaha untuk mencapai suatu kemenangan
dalam suatu peperangan, awalnya digunakan dalam lingkungan militer namun
istilah strategi digunakan dalam berbagai bidang yang memiliki esensi yang
relatif sama termasuk diadopsi dalam konteks pembelajaran yang dikenal dalam
istilah strategi pembelajaran.[1]
Kemp
(1995) menjelaskan bahwa Strategi Pembelajaran adalah suatu kegiatan
pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan peserta didik agar tujuan
pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efesien.[2]
Sedangkan pembelajaran hadist adalah pemberian ilmu yang mana semuanya
disandarkan kepada Nabi Muhammad saw., baik berupa ucapan, perbuatan, ikrar
(pengakuan) maupun sifat.[3]
Jadi
strategi pembelajaran hadist adalah suatu kegiatan pembelajaran yang dilakukan
oeh guru dan peserta didik yang mana pembelajaran tersebut disandarkan kepada
Nabi Muhammad saw., baik berupa ucapan, perbuatan, ikrar (pengakuan) maupun
sifat, untuk mencapai tujuan yang efektif dan efesien.
2.2 Ruang Lingkup Strategi
Pembelajaran Hadist
Strategi
pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang dilakukan oeh guru dan
peserta didik yang mana pembelajaran tersebut disandarkan kepada Nabi Muhammad
saw., baik berupa ucapan, perbuatan, ikrar (pengakuan) maupun sifat,
untuk mencapai tujuan yang efektif dan efesien. Sementara ruang lingkup
adalah cakupan atau batasan yang menjadi pembahasan dan objek stategi pembelajaran.
Sehingga ruang lingkup strategi belajar mengajar adalah batasan atau cakupan
kegiatan yang harus dilakukan oleh guru dan siswa dalam pembelajaran hadist
yang disandarkan kepada Nabi Muhammad saw., baik berupa ucapan, perbuatan,
ikrar (pengakuan) maupun sifat, untuk mencapai tujuan secara efektif dan
efisien.
Berikut
ini ruang lingkup strategi pembelajaran hadist antara lain:
1.
Guru / Pendidik
Pendidik merupakan seseorang yang
bertanggung jawab memberi bimbingan atau bantuan kepada peserta didik dalam perkembangan
jasmani dan rohaninya agar mencapai kedewasaan, mampu melaksanakan tugasnya
sebagai makhluk Allah swt, dan khalifah dimuka bumi, dan sebagai makhluk sosial
yang mampu berdiri sendiri.[4]
Pendidik dalam strategi pembelajaran
hadist adalah guru mata pelajaran hadist.
2.
Peserta Didik
Peserta didik merupakan tiap orang atau sekelompok orang
yang menerima pengaruh dari seseorang atau sekelompok orang yang menjalankan
kegiatan pendidikan.
Peserta didik dalam strategi pembelajaran hadist adalah
kelas II MI Al-Hidayah.
3. Tujuan
Tujuan merupakan pengikat segala
aktivitas guru dan siswa. Oleh sebab itu, tujuan merupakan langkah pertama yang
harus dilakukan dalam merancang sebuah program pembelajaran.[5]
Selain itu tujuan merupakan dasar yang dijadikan landasan untuk menentukan
strategi, materi, media dan evaluasi pembelajaran. Untuk itu, dalam strategi
pembelajaran, penentuan tujuan merupakan komponen yang pertama kali harus
dipilih oleh seorang guru.
Tujuan strategi pembelajaran hadist
antara lain:
1) Supaya peserta didik dapat memahami
hadist tentang hormat kepada kedua orang tua.
2) Supaya peserta didik dapat
menerjemahkan hadist tentang hormat kepada orang tua secara sederhana.
3) Supaya peserta didik dapat
menanamkan pengertian, pemahaman, Hadits dalam perilaku peserta didik
sehari-hari kepada orang tua.
4) Supaya peserta didik dapat membaca
hadist tentang hormat kepada orang tua.
5) Supaya peserta didik dapat menulis
hadist tentang hormat kepada orang tua.
4.
Materi
Materi merupakan Bahan ajar atau materi pembelajaran
(instructional materials) secara garis besar terdiri dari pengetahuan,
keterampilan, dan sikap yang harus dipelajari siswa dalam rangka mencapai
standar kompetensi yang telah ditentukan. Secara terperinci, jenis-jenis materi
pembelajaran terdiri dari pengetahuan (fakta, konsep, prinsip, prosedur),
keterampilan, dan sikap atau nilai. Ditinjau dari pihak guru, materi
pembelajaran itu harus diajarkan atau disampaikan dalam kegiatan pembelajran.
Ditinjau dari pihak siswa bahan ajar itu harus dipelajari siswa dalam rangka
mencapai standar kompetensi dan kompetensi dasar yang akan dinilai dengan
menggunakan instrumen penilaian yang disusun berdasar indikator pencapaian
belajar. peserta didik dapat lebih mudah mencerna bahan daipada tanpa bantuan
media.
Materi dalam strategi pembelajaran hadist adalah
Menerjemahkan hadist tentang hormat kepada orang tua dan Menunjukkan perilaku
yang berhubungan dengan hadist tentang hormat kepada orang tua.
5.
Metode
Metode merupakan cara yang digunakan
guru, yang dalam menjalankan fungsinya merupakan alat untuk mencapai tujuan
pembelajaran.[6]
Metode pembelajaran lebuh bersifat prosedural, yaitu berisi tahapan tertentu.
Metode dalam strategi pembelajaran
hadist adalah metode ceramah, metode diskusi, dan metode make a match.
6. Media
Media merupakan suatu perantara atau
pengantar. Sedangkan media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat
digunakan untuk menyalurkan pesan dan merangsang terjadinya proses belajar pada
si pembelajar (siswa).
Media dalam strategi pembelajaran
hadist adalah audio, visual, audiovisual dan media cetak.
7. Evaluasi
Evalausi merupakan penyediaan
informasi yang dapat dijadikan sebagai bahan dalam mengambil keputusan.[7]
Komponen evaluasi merupakan komponen yang berfungsi untuk mengetahui apakah
tujuan yang telah ditetapkan telah tercapai atau belum, juga bisa berfungsi
sebagai sebagai umpan balik untuk perbaikan strategi yang telah ditetapkan.
Kedua fungsi evaluasi tersebut merupakan evaluasi sebagai fungsi sumatif dan
formatif. Evaluasi sumatif adalah evaluasi yang dilaksanakan setelah sekumpulan
program pelajaran selesai diberikan. Sedangkan maksud dari evaluasi formatif
adalah evaluasi yang dilaksanakan di tengah-tengah atau pada saat
berlangsungnya proses pembelajaran, yaitu dilaksanakan pada setiap kali satuan
pembelajaran atau subpokok bahasan dapat diselesaikan dengan tujuan untuk
mengetahui sejauh mana peserta didik “telah terbentuk” sesuai dengan tujuan
pengajaran yang telah ditentukan.
Evaluasi dalam strategi pembelajaran
hadist adalah penilaian proses dan penilaian hasil tes.
2.3 Metode-Metode dalam Strategi Pembelajaran hadist
1. Metode Ceramah
Metode merupakan cara yang digunakan
guru, yang dalam menjalankan fungsinya merupakan alat untuk mencapai tujuan
pembelajaran. Sedangkah ceramah merupakan penuturan bahan pelajaran secara
lisan.
Jadi, metode ceramah dalam strategi
pembelajaran hadist adalah cara yang digunakan guru mata pelajaran hadist untuk
mencapai tujuan pembelajaran yang mana penuturan bahan pelajaran hadist terkait
materi hadist tentang hormat kepada orang tua dituturkan atau disampaikan
secara lisan.
Langkah-langkah metode ceramah dalam pembelajaran hadist
antara lain:
· Tahap Persiapan
Pada tahap ini yang harus dilakukan
adalah sebagai berikut:
a. Guru merumuskan tujuan yang ingin
dicapai dalam pembelajaran yang terkait dengan hadist hormat kepada orang tua.
b. Guru menentukan pokok-pokok materi
dalam pembelajaran yang terkait dengan hadist hormat kepada orang tua yang akan
diceramahkan.
c. Guru mempersiapkan alat bantu yang
berhubungan dengan materi pembelajaran yang terkait dengan hadist hormat kepada
orang tua.
· Tahap Pelaksanaan
Pada tahapan ini yang harus
dilakukan adalah sebagai berikut:
a. Langkah Pembukaan.
Langkah pembukaan dalam metode
ceramah merupakan langkah yang menentukan. Keberhasilan pelaksanaan ceramah
sangat ditentukan oleh langkah ini.
b. Langkah Penyajian.
Tahap penyajian adalah tahap
penyampaian materi pembelajaran hadist yang terkait dengan hadist hormat kepada
orang tua dengan cara bertutur. Agar ceramah berkualitas sebagai metode
pembelajaran, maka guru harus menjaga perhatian siswa agar tetap terarah pada
materi pembelajaran hadist yang sedang disampaikan.
c. Langkah Mengakhiri atau Menutup
Ceramah.
Ceramah harus ditutup dengan
ringkasan pokok-pokok agar materi pelajaran hadist tentang hormat kepada orang
tua yang sudah dipahami dan dikuasai siswa tidak terbang kembali. Ciptakanlah
kegiatan-kegiatan yang memungkinkan siswa tetap mengingat materi pembelajaran.
Kelebihan dari metode ceramah antara
lain:
· Cermah merupakan metode yang “murah”
dan ‘mudah” untuk dilakukan dalam pembelajaran hadist kelas II MI terkait
materi hadis hormat kepada orang tua. Murah artinya proses ceramah dalam
pembelajaran hadist terkait materi hadist hormat kepada orang tua tidak
memerlukan peralatan-peralatan yang lengkap seperti metode yang lain. Mudah
artinya ceramah hanya memerlukan suara guru dalam menyampaikan materi hadist
tersebut.
· Ceramah dapat menyajikan materi
pembelajaran hadist terkait materi hadist hormat kepada orang tua dengan sangat
luas. Artinya, materi pelajaran hadist tentang hormat kepada orang tua dapat
dirangkum atau dijelaskan pokok-pokok materi tersebut oleh guru dengan waktu
yang singkat.
· Ceramah dapat memberikan pokok-pokok
materi hadist hormat kepada orang tua yang perlu ditonjolkan. Artinya, guru
dapat mengatur pokok-pokok materi hadist hormat kepada orang tua yang perlu
ditekankan sesuai dengan kebutuhan dan tujuan yang ingin dicapai.
· Melalui ceramah, guru dapat
mengontrol keadaan kelas, oleh karena sepenuhnya kelas merupakan tenggung jawab
guru yang memberikan ceramah tentang materi hadist hormat kepada orang tua.
· Organisasi kelas dengan menggunakan
ceramah dapat diatur menjadi lebih sederhana. Ceramah tidak memerlukan setting
kelas yang beragam ataupun persiapan-persiapan yang rumit. Asal siswa dapat
menempati tempat duduk untuk mendengarkan materi hadist hormat kepada orang
tua, maka ceramah tentang materi hadist tersebut dapat dilaksanakan.
Kelemahan dari metode ceramah antara
lain:
· Materi tentang hadist hormat kepada
orang tua yang dapat dikuasai siswa sebagai hasil dari ceramah akan terbatas
pada apa yang dikuasai guru mata pelajaran hadist. Sebab apa yang diberikan
guru adalah apa yang telah dikuasainya, sehingga apa yang dikuasai siswa
tergantung dari apa yang dikuasai guru mata pelajaran hadist tersebut.
· Ceramah yang tidak disertai peragaan
dapat mengakibatkan terjadinya verbalisme.
· Guru mata pelajaran hadist yang
kurang memiliki kemampuan bertutur yang baik, ceramah sering disebut sebagai
metode yang membosankan.
· Melalui metode ceramah, sangat sulit
untuk mengetahui apakah seluruh siswa sudah mengerti materi hadis hormat kepada
orang tua atau sebaliknya.
2. Metode Diskusi
Metode diskusi dalam pembelajaran
hadist adalah metode pembelajaran yang menghadapkan siswa pada suatu
permasalahan yang berhubungan dengan materi hadist hormat kepada orang tua.
Tujuan utama dari metode adalah untuk memecahkan suatu permasalahan, menjawab
pertanyaan, menambah dan memahami pengetahuan siswa, serta untuk membuat suatu
keputusan.
Dalam metode diskusi terdapat
beberapa jenis-jenis diskusi diantaranya:[8]
1) Diskusi kelas
Diskusi kelas ini dilakukan oleh
seluruh anggota kelas sebagai anggota diskusi.
2) Diskusi kelompok kecil
Diskuni kelompok kecil ini dilakukan
dengan membagi siswa dalam kelompok-kelompok.
3) Simposium
Simposium adalah metode mengajar
dengan membahas suatu persoalan dipandang dari berbagai sudut pandang
berdasarkan keahlian.
4) Diskusi panel
Diskusi panel adalah pembahasan
suatu masalah yang dilakukan oleh beberap orang panelis yang biasanya terdiri
dari 4-5 orang dihadapan audiens.
Langkah-langkah metode diskusi dalam
pembelajaran hadist antara lain:
· Langkah Persiapan
Pada langkah ini hal-hal yang perlu
diperhatikan antara lain:
a. Guru merumuskan tujuan yang ingin
dicapai dalam pelajaran hadist tengtang hormat kepada orang tua, baik tujuan
tesebut bersifat umum maupun khusus.
b. Guru menentukan jenis diskusi yang
dapat dilaksanakan sesuai dengan materi hadist hormat kepada orang tua dan juga
sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai pula.
c. Guru menetapkan masalah mengenai
materi hadist tentang hormat kepada orang tua yang akan dibahas.
d. Guru memepersiapkan segala sesuatu
yang berhubungan dengan materi dan teknis pelaksanaan diskusi hadist tentang
hormat kepada orang tua.
· Pelaksanaan Diskusi
Hal-hal yang perlu diperhatikan
dalam pelaksanaan diskusi antara lain:
a.
Guru memeriksa segala persiapan yang
dianggap dapat mempengaruhi kelancaran diskusi materi hadist hormat kepada
orang tua.
b. Guru memberikan pengarahan sebelum
dilaksanakannya diskusi tersebut.
c.
Peserta didik melaksanakan diskusi
sesuai dengan aturan main yang telah ditetapkan.
d. Guru memeberikan kesempatan yang
sama kepada semua anggota diskusi untuk menyampaikan gagasan dan ide-idenya
tentang hadist hormat kepada orang tua.
e.
Guru mengendalikan pembicaraan
kepada pokok persoalan yang sedang dibahas.
· Menutup Diskusi
Hal-hal perlu diperhatikan dalam
menutup diskusi antara lain:
a.
Membuat pokok-pokok pembahasan
sebagai kesimpulan sesuai dengan hasil diskusi materi hadist hormat kepada
orang tua.
b. Me-review jalannya diskusi dengan meminta
pendapat dari seluruh peserta sebagai umpan balik untuk perbaikan selanjutnya.
Kelebihan metode diskusi antara lain:
· Metode diskusi dapat merangsang
siswa untuk lebih kreatif khususnya dalam memberikan gagasan dan ide-ide
dalammateri hadist hormat kepada orang tua.
· Metode diskusi dapat melatih untuk
membiasakan diri bertukar pikiran dalam mengatasi setiap permasalahan dalam
materi hadist hormat kepada orang tua.
· Metode diskusi dapat melatih siswa
untuk mengemukakan pendapat atau gagasan secara verbal menganenai materi hadist
hormat kepada orang tua.
Kelemahan metode diskusi antara
lain:
· Sering terjadi pembicaraan dalam
diskusi dikuasai oleh 2 atau 3 orang siswa yang memiliki keterampilan
berbicara.
· Kadang-kadang pembahasan dalam
diskusi meluas, sehingga kesimpulan menjadi kabur.
· Memerlukan waktu yang cukup panjang,
yang kadang-kadang tidak sesuai dengan yang direncanakan.
· Dalam diskusi sering terjadi
perbadaan pendapat yang bersifat emosional ang tidak terkontrol.
3. Metode Make a Match
Metode mencari pasangan (make a
match) dikembangkan oleh Lorna Curran. Keunggulan teknik ini adalah
siswa mencari pasangan sambil belajar mengenai suatu konsep atau topic
mengenai hadist hormat kepada orang tua dalam suasana yang menyenangkan.
Teknik ini bisa digunakan dalam semua mata pelajaran dan untuk semua
tingkatan usia anak.
Hal-hal yang perlu dipersiapkan jika
pembelajaran dikembangkan dengan make a match adalah kartu-kartu.
Kartu-kartu tersebut terdiri dari kartu yang berisi pertanyaan dan kartu
lainnya berisi jawaban dari pertanyaan tersebut.
Metode make a match adalah
metode yang cukup menyenangkan yang digunakan untuk mengulang materi hadist
horamt kepada orang tua yang telah diberikan sebelumnya. Namun demikian, materi
barupun tetap bisa diajarkan dengan model ini, dengan catatan, siswa diberi
tugas mempelajari topik yang diajarkan telebih dahulu, sehingga ketika masuk
kelas mereka sudah memiliki bekal pengetahuan.
Langkah-langkah dalam metode make a match antara lain:
· Guru menyiapkan beberapa kartu yang
berisi beberapa konsep atau topik mengenai hadist hormat kepada orang tua, yang
mana satu bagian kartu soal dan bagian lainnya kartu jawaban.
· Setiap siswa mendapat satu buah
kartu.
· Tiap siswa memikirkan jawaban/soal
dari kartu yang dipegang.
· Setiap siswa mencari pasangan yang
cocok dengan kartunya.
· Setiap siswa dapat mencocokan
kartunya sebelum batas waktu pemberian poin.
· Setelah satu babak kartu dikocok
lagi agar tiap siswa mendapat kartu yang berbeda dari sebelumnya.
· Demikian seterusnya.
· Kesimpulan/ penutupdari metode make
a match mengenai materi hadist hormat kepada orang tua.
Kelebihan metode make a match antara lain:
·
Suasana kegembiraan akah tumbuh
dalam proses pembelajaran mengenai materi hadist hormat kepada orang tua.
·
Kerja sama antar siswa akan tewujud
secara dinamis.
·
Muncul dinamika gotong royong yang
merata seluruh siswa.
Kelemahan metode make a match antara lain:
· Jika kelas termasuk kelas yang besar
atau lebih dari 30 orang siswa maka harus berhati-hatilah. Karena jika guru
kurang bijaksana maka akan muncul suasana ramai dan sulit dikendalikan.
· Seorang guru harus meluangkan waktu
untuk mempersiapkan kartukartu tersebut sebelum masuk kelas.
2.4 Evaluasi Dalam Pembelajaran Hadist
1. PENILAIAN PROSES (EVALUASI FORMATIF)
a. Tes Lisan
Yaitu tes soal dan jawabannya menggunaakan bahasa lisan.
Tingkat berfikir untuk pertanyaan lisan di kelas yang cenderung rendah seperti
pengetahuan dan pemahaman.[9]
2. PENILAIAN HASIL TES (EVALUASI SUMATIF)
a. Tes tertulis
Merupakan tes dalam bentuk tulisan, baik soal maupun
jawabannya. Dalam menjawab soal siswa tidak harus selalu merespon dalam bentuk
menulis kalimat jawaban, tetapi dapat juga dalam bentuk mewarnai, memberi tanda
dan sebagainya. Tujuan Penggunaan Tes
ü
Mendiagnosa siswa (kekuatan dan
kelemahan).
ü
Menilai kemampuan siswa
(keterampilan dan pengetahuan atau pemahaman).
ü
Memberikan bukti atas kemampuanyang
telah dicapai.
ü
Menyeleksi kemampuan siswa baik
secara individu atau kelompok.
b. Uraian
Menuntut peserta tes untuk menguraikan, mengorganisasian dan
menyatakan jawaban denga bahasanya sendiri.[11]
c. Uraian terbatas
Adalah peserta tes diberi kebebasan untuk menjawab soal,
namun arah jawabannya dibatasi oleh berbagai rambu-rambu yang ditentukan,
sehingga kebebasan tersebut menjadi bebas dan terarah.[12]
d. Obejektif
Peserta didik tidak diberi kebebasan menentukan jawaban,
tetapi tinggal memilih jawaban yang disediakan.[13]
e. Pilihan ganda
Suatu butir soal yang alternatif jawabannya lebih dari dua.
Pada umumnya jumlah alternatif jawaban berkisar antara empat atau lima.[14]
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Sekolah
: MI
Mata
Pelajaran
: HADIST
Kelas /
Semester
: II ( DUA ) / 2 (
GENAP )
Alokasi
Waktu
: 2 x 35 Menit
A. Standar
Kompetensi
1. Memahami hadis tentang hormat kepada kedua orang tua
B. Kompetensi
Dasar
1.1
Menerjemahkan hadist tentang hormat
kepada orang tua secara sederhana
1.2
Menunjukkan perilaku hormat kepada
orang tua
C. Tujuan
Pembelajaran
· Supaya peserta didik dapat memahami
hadist tentang hormat kepada kedua orang tua
· Supaya peserta didik dapat
menerjemahkan hadist tentang hormat kepada orang tua secara sederhana
· Supaya peserta didik dapat
menanamkan pengertian, pemahaman, Hadits dalam perilaku peserta didik
sehari-hari kepada orang tua
· Supaya peserta didik dapat membaca
hadist tentang hormat kepada orang tua
· Supaya peserta didik dapat menulis
hadist tentang hormat kepada orang tua
D. metode pembelajaran
· Metode ceramah
· Metode diskusi
· Metode make a match
E. materi pembalajaran
· Menerjemahkan hadist tentang hormat
kepada orang tua
· Menunjukkan perilaku hormat kepada
orang tua
F. langkah-langkah pembelajaran
a. Pendahuluan (10 menit)
· Guru memberikan salam dan memulai
pelajaran dengan mengucapkan basmallah dan kemudian berdoa sebelum memulai
pelajaran.
· Siswa menyiapkan LKS atau buku
tentang hadist hormat kepada orang tua, membuka pelajaran yang akan dipelajari.
· Secara bersama membaca materi Hadist
menghormati kedua orang tua
· Guru menjelaskan secara singkat
materi yang akan diajarkan dan tujuan atau kompetensi dasar yang akan dicapai.
· Guru memotivasi dan mengajak siswa
untuk berpartisifasi aktif dalam pembelajaran
b.
Kegiatan inti (50 menit)
1)
Eksplorasi
· Guru menjelaskan materi tentang
hadist hormat kepada orang tua
· Guru menjelaskan apa yang harus
dilakukan oleh siswa untuk mempraktekkan contoh hadist hormat kepada kedua orang
tua
· Guru mengucapkan contoh hadist
hormat kepada kedua orang tua
· Siswa mempraktekkan ucapan
guru tentang contoh hadist hormat kepada kedua orang tua
· Guru memberikan kesempatan kepada
siswa untuk siswa diberikan kesempatan untuk mengulang
kembali apa yang telah dijelaskan dan di praktekkan
2)
Elaborasi
· Guru memberikan latihan bagaimana
cara memebaca contoh hadist hormat kepada kedua orang tua
· Latihan tersebut dilakukan secara
berulang-ulang agar siswa benar-benar faham dan fasih dalam membacakan contoh
hadist hormat kepada kedua orang tua
· Guru memberikan sebuah permainan
sepotong kartu kapada siswa. Yang mana satu kartu berisi pertanyaan dan kartu
yang lain berisi jawaban mengenaimateri hadist hormat kepada kedua orang tua
· Setelah kartu dibagikan pada semua
siswa, guru menyuruh semua siswa untuk menemukan pasangan-pasangan kartu yang
cocok
· Siswa yang berhasil menemukan
pasangan jawaban/pertanyaan dapat dicocokkan terlebih dahulu sebelum batas waktu
pemberian poin
· Guru memberi kesempatan kepada siswa
untuk bertanya materi yang belum jelas.
· Guru membahas pertanyaan tersebut
secara umum dengan jawaban secara menyeluruh.
3)
Konfirmasi
· Dengan Bimbingan guru, siswa
merefleksi kegiatan pembelajaran guna menggali pengalaman belajar yang telah
dilakukan.
· Guru memfasilitasi siswa untuk
memecahkan berbagai masalah dan memberi informasi agar siswa memahami hadist
hormat kepada kedua orang tua dan mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari
· Guru memotivasi siswa yang kurang
atau belum berpartisipasi aktif
c.
Kegiatan akhir / penutup (10 menit)
·
Guru bersama
siswa membuat kesimpulan hasil pembelajaran
·
Guru menilai / merefleksi kegiatan
pembelajaran yang sudah dilaksanakan
·
Guru memberi umpan balik terhadap
proses dan hasil pembelajaran
·
Guru meminta siswa untuk mengerjakan
soal-soal latihan yang telah disediakan
·
Guru bersama-sama siswa menutup
pelajaran dengan membaca hamdallah, dan mengucapkan salam kepada siswa sebelum
keluar kelas dan siswa menjawab salam.
G. Sumber
Belajar
1. Kumpulan
haidst-hadist
2. LKS
3. Sumber lain yang relevan
H. penilaian
|
Indikator Pencapaian Kompetensi
|
Jenis Penilaian
|
Bentuk Penilaian
|
Contoh Instrumen
|
|
1. Menunjukkan
hadist hormat kepada kedua orang tua.
|
Tes tulis
|
Pilihan ganda
|
1. Perhatikan
contoh hadist berikut ini :
جَاءَرَجُلٌ اِلَى رَسُوْلِ اللّهِ
صَلَّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ:يَارَسُوْلَ
اللّهِ ! مَنْ اَحَقُّ بِحُسْنِ صَحَابَتِى؟ قَالَ: اُمُّكَ. قَالَ:ثُمَّ مَنْ ؟
قَالَ:اُمُّكَ. قَالَ: ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ: اُمُّكَ. قَالَ: ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ:
اَبُوْكَ (رواه البخارى)
Hadist di atas menunjukkan perilaku hormat kepada...
a.
Guru c. Orang tua
b. Tetangga d.
Kiyai
|
|
2. Menunjukkan
hukum dari menghormati kedua orang tua.
|
Tes tulis
|
Pilihan
ganda
|
2.Bagaimana hukum menghormati kedua orang tua...
a. Wajib c. Sunnah
b.
Haram d. Semua salah
|
|
3. Menunjukkan perilaku yang tidak sesuai dengan hadist
hormat kepada kedua orang tua
|
Tes tulis
|
Pilihan ganda
|
3. Perhatikan pernyataan berikut:
1. Membantah perintah orang tua
2. Mentaati perintah orang tua
3. Berbicara kasar dengan orang tua
4. Nasehat orang tua
Pernyataan yang mencerminkan
perilaku durhaka kepada orang tua ditunjukkan oleh nomor....
a. 1,2 dan 3
c.1,2 dan 4
b. 2,3 dan
4 d. 1,3 dan 4
|
|
4. Menunjukkan perilaku hormat kepada kedua orang tua
|
Tes tulis
|
Pilihan ganda
|
4. Apabila kita sedang
berbicara dengan orang tua, maka kita harus
berbicara dengan suara.....
a.
Keras c. Menjerit
b. Emosi d. Sopan
|
|
5. Menunjukkan manfaat hormat kepada kedua orang tua
|
Tes tulis
|
Pilihan ganda
|
5.
Apabila kita hormat kepada orang tua maka kita akan mendapatkan.....
a. Pahala c. Dosa
b. Hadiah d. Pujian
|
bab iii
penutup
3.1 kESIMPULAN
Strategi
pembelajaran hadist adalah suatu kegiatan pembelajaran yang dilakukan oeh guru
dan peserta didik yang mana pembelajaran tersebut disandarkan kepada Nabi
Muhammad saw., baik berupa ucapan, perbuatan, ikrar (pengakuan) maupun sifat,
untuk mencapai tujuan yang efektif dan efesien.
Dalam
strategi pembelajaran hadist terdapat ruang lingkup yang terdiri dari,
diantaranya adalah:
1. Tujuan
: agar peserta didik dapat memahami, membaca, menulis,
menerjemahkan dan mempraktekan perilaku hormat kepada kedua
orang tua.
2. Materi
: Menerjemahkan hadist hormat kepada kedua orang tua dan
menunjukkan
perilaku hormat kepada kedua orang tua.
3. Metode :
ceramah, diskusi, dan make a match.
4. Media
: cetak, audio, visual, dan audiovisual.
5. Evaluasi : penilaian
proses dan penilaian hasil tes.
DAFTAR PUSTAKA
Masitoh,
Laksmi Dewi. 2009. Strategi Pembelajaran. Jakarta: DEPAG RI.
Sanjaya,
Wina. 2011. Strategi Pembelajaran berorientasi Standar Proses
Pendidikan.
Jakarta : Kencana Prenada Media.
Hasan
Al-Mas’udi, Hafidz. 1420 H. Ilmu Mustholah Hadis. Surabaya: Al-Hidayah.
Aqib,
Zainal. 2013. Model-Model, Media dan Strategi Pembelajaran Kontekstual.
Bandung:
Yrama Widya.
Sahlan,
Moh. 2013. Evaluasi Pembelajaran. Jember: STAIN Jember Press.
Majid,
Abdul. 2006. Perencanaan Pembelajaran. Bandung: PT Remaja
Rosdakarya.
Rodliyah, Siti. 2013. Pendidikan
dan Ilmu Pendidikan (Jember : STAIN Jember Press, 2013
[2]
Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran berorientasi Standar Proses Pendidikan (Jakarta
: Kencana Prenada Media 2011) hlm. 126
[4]
Dr. Hj. St. Rodliyah, M.Pd, Pendidikan dan Ilmu Pendidikan (Jember :
STAIN Jember Press, 2013) hlm. 121
[5]
Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan
(Jakarta : Kencana Prenada Media, 2011) hlm. 63
[6]
Zainal Aqib, Model-Model, Media dan Strategi Pembelajaran Kontekstual
(Bandung: Yrama Widya, 2013) hlm. 70
[8]
Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standart Proses Pendidikan (Jakarta:
Kencana Prenada Media group, 2011) hlm.157
No comments:
Post a Comment